Para Penyiasat Saya

19 September 2011

Kematianku.

Assalamualaikum,,
12.50pm.
Dan tinggal beberapa jam sahaja lagi aku akan menjawab paper BEL311 final aku untuk Sem 3 ni.
Dan kenapa aku masih boleh terlintas untuk menaip dan bercerita di blog?
Aku mimpi aku pergi.

Dua tiga malam ni, aku kerap mimpi yang  bukan2. Haha. kesian Auni, dia yg terpaksa dengar aku cerita pasal mimpi aku. Tapi entah dia fokus ke tak, aku pun tak tahu. yang penting aku dah cerita. at least aku tak lah takut sangat.

Ya, mesti lebih tenang kalau aku dapat ceritakan mimpi aku pada dia. at least, orang yang aku sayang tahu perasaan aku sekarang. T_T

Mimpi tu buat aku semakin merasakan bahawa aku dah kehilangan orang yang aku sayang.

Ahaha. tak apa, korang tak akan faham..

Dalam mimpi tu, di saat aku menghebuskan nafas terakhir, dia ada.
Dalam mimpi seterusnya juga, di saat aku menanti dan terkulai, dia tempatku berpangku.
Dalam mimpi itu, sebelum kematianku, dia ada sebagai adam idamanku.

Dan apabila aku terjaga, jari-jemari pantas mencari handphone, di saat itu, hanya satu nama dalam fikiran.. hanya dia yang aku ingin bercerita tentang apa yang aku mimpi..
Tapi sayang... aku menghela panjang dan terus membatalkan niat..
Dia tak ada..

Cepat2 aku ceriakan wajah, cerita pula kepada auni, yang kini menjadi pendengar setiaku.

Di saat kematianku nanti, ampun maaf segala dosaku kepada mummy ayah apis...
Di saat kematianku nanti, ampun maaf segala dosaku kepada ahli keluarga lain...
Di saat kematianku nanti, ampun maaf segala dosaku kepada semua makhluk di dunia ini...
Di saat kematianku nanti, ampun maaf segala dosaku kepada Allah SWT...
Di saat kematianku nanti, harapanku, adamku yang sah, disisiku...
Mengajar dan membisikkan dua kalimah syahadah di telingaku, di balik helai-helaian rambutku...
Menggenggam kuat telapak tanganku...
Menemaniku dengan senyuman agar aku tenang dan tidak berada di dalam ketakutan...

Di saat kegelapan menjadi permulaan kematianku,, kucupan terakhir di umbun2ku dari adamku..
Di saat roh terpisah dari jasadku,, bukan teriakan tapi wajah sayu dari adamku..
Di saat kembalinya aku ke dasar bumi,, air mawar dan ayat2 suci untukku dari bibir adamku...

Dan di syurga nanti, kalau bidadari yang akan menemanimu, izinkan aku menunggu menjadi salah satu dari bidadarimu..
*kata orang, kalau mimpi kita bertemu maut, panjang umur.. Insyallah..




1 comment:

Nazatul Fatiha Musa, said...

Inilah yg aku rasa sewaktu mak aku dapat mimpi yg sama dulu. Mungkin situasinya berbeza, tp perasaannya sama. Insyaallah tak ada pape lah tu. Kalau kau pergi, takde orang boleh ganti tempat kau. Serious takde. Eh sorry teremo kejap. K bai.

Mungkin Ini Cerita Yang Anda Cari